PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pemprov Riau menegaskan pentingnya data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, di halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga Agustus 2026.
Program nasional ini bertujuan memetakan kondisi riil dunia usaha, sekaligus memperbarui data ekonomi yang menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.
Syahrial Abdi menekankan, Riau membutuhkan data ekonomi yang valid dan terkini untuk mendukung pembangunan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Sebagai salah satu daerah yang memiliki kekuatan pada sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, perkebunan serta usaha mikro, kecil, dan menengah, kita memerlukan data yang akurat dan mutakhir untuk merancang pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Syahrial Abdi.
Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi instrumen penting dalam membaca potensi ekonomi daerah secara menyeluruh.
Data yang diperoleh nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, peningkatan investasi, hingga perluasan lapangan kerja.
Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran lengkap mengenai jumlah, persebaran, dan karakteristik pelaku usaha di seluruh wilayah Riau.
“Melalui sensus ini kita akan memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai jumlah, sebaran, dan karakteristik pelaku usaha di seluruh wilayah Provinsi Riau," sebutnya.
"Data tersebut akan menjadi pondasi dalam memperkuat perencanaan pembangunan daerah, meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong transformasi ekonomi hijau menuju Riau yang maju dan bermarwah,” ungkapnya.
Syahrial juga mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari sektor mikro hingga perusahaan besar, untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
Menurutnya, kualitas kebijakan yang dihasilkan sangat bergantung pada kualitas data yang terkumpul.
“Kami menghimbau untuk menyampaikan data yang valid dan yang sebenarnya, sehingga tergambarkan kebijakan yang akan diambil ke depannya," ujarnya.
"Riau menjadi salah satu daerah penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendapatkan gambaran kebijakan yang terbaik ke depan,” sambungnya.
Selain itu, masyarakat diminta mendukung petugas sensus yang akan melakukan pendataan langsung di lapangan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Saya juga mengajak masyarakat untuk menerima dan mendukung petugas sensus yang bertugas di lapangan," ucap Syahrial Abdi.
"Perlu kita pahami bahwa data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan,” tukasnya.
Sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi ekonomi besar di Indonesia, Riau memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan nasional.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh basis data yang lebih akurat untuk mengidentifikasi peluang investasi, memperkuat daya saing daerah, serta mempercepat transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Pendataan ini juga diharapkan mampu menjadi referensi utama dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik bagi pelaku usaha, investor, maupun masyarakat luas. (*)
Tags : sensus penduduk, data sesnsus ekonomi, pemprov riau gencarkan sensus ekonomi sensus 2026, pemprov gencarkan kebijakan strategis,