JAKARTA - Prajogo Pangestu, konglomerat pemilik Grup Chandra Asri dan Barito, tidak lagi menyandang status sebagai pengusaha terkaya di Indonesia.
Menurut daftar Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan bersih Prajogo Pangestu tercatat sebesar US$21,3 miliar per 15 Mei 2025.
Jumlah itu menyusut sekitar 54% sejak awal tahun atau sekitar US$24,9 miliar.
Padahal akhir 2025 lalu, total kekayaan tercatat Prajogo Pangestu mencapai US$46,1 miliar dan sempat berada di peringkat pertama pada Agustus 2025.
Berdasarkan daftar tersebut, kekayaan bersih Prajogo Pangestu terdiri atas uang tunai senilai US$2,78 miliar, serta kepemilikan saham di sejumlah emiten termasuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Namun keempat saham penyumbang kekayaan Prajogo Pangestu ini, kompak mencatat penurunan harga secara signifikan sejak awal 2026.
Terutama setelah pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menahan rebalancing untuk saham Indonesia, atas kekhawatiran manipulasi perdagangan dan tingginya konsentrasi kepemilikan saham di bawah kelompok tertentu.
Data IDNFinancials.com mencatat penurunan harga signifikan pada empat saham milik Prajogo Pangestu tersebut, meski sebagian tetap mencatat keuntungan dalam setahun terakhir:
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI telah mengeluarkan 6 saham Indonesia dari Global Standard Indexes. Tiga di antaranya termasuk saham BREN, TPIA, dan CUAN.
Dalam daftar Bloomberg Billionaires Index, Prajogo Pangestu kini berada di peringkat kedua. Sementara itu peringkat pertama dipimpin oleh Sukanto Tanoto pemilik Royal Golden Eagle, yang kini memiliki kekayaan bersih US$24,3 miliar. (*)
Tags : Saham Prajogo Pangestu, Kekayaan Sukanto Tanoto, Grup Barito,