Linkungan   2026/08/09 19:35 WIB

Ragam Flora dan Fauna TNBT Antara Perbatasan Jambi dan Riau

Ragam Flora dan Fauna TNBT Antara Perbatasan Jambi dan Riau

LINGKUNGAN - Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), merupakan kawasan perlindungan yang berada di antara perbatasan Provinsi Jambi dan Provinsi Riau.

Luas dari taman nasional, yang meliputi dua provinsi ini seluas 144.223 hektar.

Taman nasional ini tergolong ke dalam satu dari sekian kawasan, yang mempunyai kenaekaragaman hayati yang tinggi.

Berbagai jenis flora dan fauna tumbuh dan hidup membentuk habitat di sini. Mulai dari spesies endemik pulau Sumatera, spesies yang cukup sering dijumpai, hingga spesies langka yang terancam punah.

Taman ini mempunyai fungsi sebagai tempat perlindungan hidro-orologis dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan Indragiri.

Beberapa sungai yang mengalir di kawasan ini yaitu Sungai Sipang, Sungai Gangsal, dan Sungai Menggatai.

Pada tahun 1982 silam, ekosistem di Bukit Tiga Puluh diusulkan untuk menjadi Suaka Margasatwa Bukit Besar, seluas 200.000 ha dan Cagar Alam Seberida seluas 120.000 hektare.

Masih pada tahun yang sama, Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) menetapkan kawasan ini, sebagai Hutan Lindung dengan luas 70.250 di Provinsi Jambi dan Riau.

Pengusulan sebagai taman nasional dilakukan setelah tim dari Norwegia dan Indonesia, mengadakan riset di kawasan ini pada rentang tahun 1991 hingga 1992.

Di tahun 1994, kawasan ini diajukan kepada Bank Dunia untuk di sahkan menjadi taman nasional.

Kawasan ini pun, akhirnya resmi menjadi taman nasional pada tahun 1995.

Sayangnya, saat ini Taman Nasional Bukit Tigapuluh sudah mengalami pengurangan luas wilayah yang sangat banyak.

Akibat dari perusahaan dan masyarakat, yang melakukan perluasan areal perkebunan sawit di sekitar taman nasional.

TNBT yang memiliki luasan kurang lebih 144.223 hektar di perbatasan Riau dan Jambi menyimpan kekayaan ekosistem hutan hujan dataran rendah.

Kawasan ini rumah bagi lebih dari 1.500 spesies flora termasuk Rafflesia hasseltii, serta puluhan jenis mamalia dan hampir 200 jenis burung langka

Kawasan hutan hujan tropis ini didominasi oleh famili Dipterocarpaceae serta berbagai tumbuhan unik dan obat antara lain:

  • Cendawan Muka Rimau (Rafflesia hasseltii), bunga langka dilindungi.
  • Salo (Johannesteijmannia altifrons), palem berdaun besar endemik.
  • Jernang (Daemonorops draco), rotan penghasil getah merah.
  • Anggrek Tanah dan Anggrek Bambu (Arundina graminofolia) di area terbuka.
  • Pohon meranti, jelutung, dan pulai

Habitat penting ini mendukung pelestarian berbagai satwa kunci dan endemik Sumatera

Mamalia Besar: Harimau sumatera, orang utan sumatera, gajah sumatera, tapir asia, dan beruang madu.

Burung (Aves): Sekitar 193 jenis burung, termasuk berbagai jenis burung rangkong (enggang) dan punai.

Primata & Lainnya: Berbagai jenis siamang/ungkko, kera, serta ratusan jenis serangga dan ikan air tawar. (*)

Tags : taman nasional bukit tiga puluh, tnbt, riau, jambi, kekayaan flora dan fauna tnbt, ragam flora dan fauna tnbt,