PEKANBARU - Jalan dua arah Universitas Riau (Unri) banyak ditemukan simpang yang membingungkan para Siswa.
"Badan jalan sebagai rute jalan baru bila dilalui memang membuat beberapa orang bingung."
"Tetapi pihak Komandan Satuan Pengaman atau Satpam Unri mengaku bersedia memberi petunjuk jalan bagi siapa saja yang membutuhkan keterangan," kata Suswandi, salah satu mahasiswa di kampus itu.
Pihak universitas telah memasang rambu-rambu sementara berupa baliho di beberapa titik jalan.
Badan jalan masuk kampus Unri itu baru saja rampung pada Maret 2025 lalu.
Komandan Satuan Pengaman atau Satpam Unri, Elianto menjelaskan bahwa jalan dua arah masih dalam tahap uji coba.
Tujuannya agar para pengemudi taat dengan aturan lalu lintas dan tak mengendara dalam kecepatan tinggi.
“Jalan dan rambu ini membuat para mahasiswa lebih hati-hati dalam berkendara,” ujarnya.
Satpam akan berpatroli menjaga lalu lintas.
Mereka bertugas pada jam-jam sibuk. Seperti pagi saat mahasiswa datang, saat jam makan siang, dan sore hari sewaktu pulang kuliah.
Ada pos satpam di beberapa titik bundaran. Di antaranya di kawasan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Gedung Integrated Classroom.
“Kalau kita bisa bilang, itu simpang bingung. Nanti kita akan buat pos satpam di sana sebagai pengatur lalin [lalu lintas],” ujar Elianto.
Perihal banyak mahasiswa yang melanggar aturan lalu lintas, Elianto menjelaskan sudah ada rambu-rambu peringatan.
Biasanya mereka akan menegur para mahasiswa yang melanggar aturan.
Koordinator Biro Rumah Tangga Unri, Tri Gunawan mengatakan jalanan yang diperbaiki merupakan bagian dari masa pemeliharaan.
Perbaikan ini menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Berlangsung selama enam bulan dan berakhir pada Juni ini.
“Untuk berapa lamanya [waktu pengerjaan], mestinya sudah harus selesai per 30 Juni. Tapi bisa jadi mundur karena kondisi cuaca dan sumber daya, khususnya dari tenaga mereka,” ujar Tri Gunawan.
Ia mengatakan tantangan utamanya adalah cuaca. Hujan yang masuk ke dalam lapisan aspal dapat mengurangi kekuatan jalan.
Ia juga mengaku akan ada penambahan tanda jalan, pembatas jalan kanan dan kiri, hingga saluran drainase. Dibeberapa titik ada rambu peringatan akan segera diganti dengan yang berbahan besi.
“Sebelumnya jalan baru belum terdapat drainase sama sekali, hanya terdapat galian saja dan sering menyebabkan kebanjiran,” jelas Gunawan.
Proyek ini tak ada kaitannya dengan Unri. Pemeliharaan diawasi langsung oleh Civil Work atau CWR-04.
Dananya merupakan hibah dari Asian Development Bank (ADB). Kegiatan itu sudah mendaparkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Secara bertahap Biro Rumah Tangga Unri juga ikut memperbaiki jalan yang rusak. Beberapa tahun ke depan mereka akan berangsur-angsur merapikan jalan.
Rencana untuk melapisi semua aspal lama tak bisa tercapai karena keterbatasan anggaran. Hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Memang terkesan lambat, kondisi anggaran Unri tak banyak untuk pemeliharaan sarana-prasarana. Oleh karena itu perbaikan dilakukan secara bertahap,” ucap Gunawan.
Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau FMIPA Unri, Siti Nurzahra berpendapat bahwa rute jalan baru cukup membingungkan.
Namun setelah pemberian rambu-rambu lalu lintas, ia lebih mudah memahami skema jalan dua arah ini.
“Jalan dua arah ini sangat berguna untuk mengurangi kemacetan, apalagi saat mahasiswa baru berdatangan,” ujar Siti.
Ia berharap agar jalan dapat diselesaikan lebih awal karena masih ada jalan-jalan lain yang perlu perbaikan.
Begitupun Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unri, Muhammad Zadid menyatakan jalanan baru ini cukup membuatnya kebingungan.
Ada rasa khawatir saat berkendara karena beberapa orang melawan arus di bundaran.
“Lebih dikasih plang dan rambu-rambu untuk tidak boleh melawan arus,” saran Zadid. (*)
Tags : universitas riau, unri, rute jalan masuk kampus unri, rute jalan baru di unri membingungkan, rute jalan baru unri banyak simpang bingung, News Kota,