PEKANBARU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau memasuki fase positif.
"Karhutla sudah memasuki fase positif."
"Hingga Jumat 24 Juli 2026 kemarin, tidak ada lagi titik kebakaran yang masih dalam penanganan tim Manggala Agni. Titik api sudah padam, hari ini nihil karhutla," kata Koordinator Wilayah Manggala Agni Riau, Edwin Putra, Jumat (24/7).
Kondisi tersebut menjadi kabar baik setelah petugas berjibaku selama beberapa pekan menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah Riau.
Salah satu lokasi dengan penanganan paling berat berada di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Edwin Putra memastikan seluruh titik karhutla yang sebelumnya ditangani telah berhasil dipadamkan.
Sebelum kondisi dinyatakan nihil, personel Manggala Agni bersama tim gabungan harus melakukan penanganan di sejumlah lokasi.
Beberapa di antaranya berada di Desa Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, Desa Sontang, Kabupaten Rokan Hulu, dan Desa Barangan, Kabupaten Indragiri Hulu.
Dari beberapa lokasi tersebut, kebakaran di Pematang Pudu menjadi salah satu yang paling menantang.
Kobaran api membakar sekitar 81 hektare lahan gambut dan proses pemadaman berlangsung selama delapan hari.
Manggala Agni tidak langsung menghentikan operasi setelah kobaran api terlihat padam.
Petugas terlebih dahulu melakukan mopping up, yakni proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tertinggal.
Langkah ini menjadi sangat penting dalam penanganan kebakaran gambut. Sebab, api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi kembali muncul meskipun kondisi permukaan terlihat sudah aman.
"Walaupun saat ini sudah nihil karhutla, kewaspadaan harus tetap dijaga. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar kebakaran tidak kembali terjadi," ujar Edwin.
Tantangan pemadaman di lapangan juga tidak ringan. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan menjadi salah satu kendala utama.
Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya ketersediaan sumber air ketika musim kemarau berlangsung.
Namun, upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama akhirnya membuahkan hasil.
Dukungan personel gabungan, penggunaan water bombing, serta hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau turut membantu mempercepat proses penanganan.
Meski seluruh titik karhutla yang ditangani Manggala Agni saat ini telah padam, potensi kebakaran masih perlu diwaspadai.
Musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah daerah Riau dapat meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah dan ikut berperan dalam mencegah kebakaran.
Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah menghindari pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
Kondisi nihil karhutla saat ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan.
Dengan pengawasan di lapangan dan partisipasi masyarakat, potensi munculnya kembali kebakaran hutan dan lahan di Riau diharapkan dapat ditekan. (*)
Tags : karhutla, kebakaran hutan dan lahan, karhutla padam, riau, tim manggala agni padamkan karhutla, karhutla memasuki fase positif,