SOSIAL - Mulai sejak Senin 13 Juli 2026 kemarin, para pelajar di seluruh Indonesia menemui teman-teman barunya di kelas atau bahkan sekolah yang baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Periode itu disebut dengan istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
MPLS pada Senin (13/07) diwarnai dengan berbagai kejadian unik.
Di Pekanbaru, Riau, MPLS di lingkungan sekolah tingkat dasar negeri (SDN), SMPN dan SMAN terlihat banyak orang tua siswa (bapak dan ibu) nyamengantar kesekolah.
Di Solo, Jawa Tengah, para murid baru disambut oleh guru-guru yang memakai kostum unik.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah bapak mengikuti gerakan ayah mengantar anak ke sekolah.
Kemudian di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, murid-murid mengikuti MPLS di gedung sekolah yang memprihatinkan.
Di Pekanbaru, Riau, MPLS yang menjadi momentum penting dan ceria bagi siswa yang diantar dan dijemput orang tua..
Orang tua murid di Makassar, Sulawesi Selatan menjalankan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Gerakan ini dianggap penting sebagai upaya mengurangi fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Gerakan ini dikampanyekan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sejak 2025.
Menurut data BKKBN, sekitar 20,9% anak remaja mengalami kondisi kehilangan figur ayah.
Selain di Makassar, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah juga berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat; Malang, Jawa Timur; Semarang, Jawa Tengah; hingga Jakarta.
Untuk menyambut siswa baru, khususnya sekolah dasar, banyak guru di sekolah menyambut dengan kostum unik.
Misalnya, di SDN Cemara 02 Solo, Jawa Tengah. Guru setempat mengenakan kostum ala figur di Harry Potter.
Di SDN Kaliasin, Surabaya, Jawa Timur, para pengajar juga tak kalah kreatif. Mereka menyambut kehadiran siswa baru dengan kostum bertema dunia laut.
Dalam masa pengenalan sekolah, para guru juga mengundang siswa baru mengenalkan lingkungan sambil bermain.
Sebanyak 72 siswa baru di SDN 01 Kota Ternate, Maluku Utara, tampak peserta didik baru berjalan melingkar bak ular untuk berkenalan dengan lingkungan sekolah.
Peserta didik baru juga menggunakan beragam kostum yang mereka sukai menyambut tahun ajaran baru.
Di Aceh, tepatnya SDN 14 dan SDN 25 Meulaboh, peserta didik juga diajak saling berinteraksi satu sama lain.
Tak semua siswa baru di sekolah dasar yang bisa menikmati fasilitas yang mumpuni, disambut dengan suka cita.
Beberapa sekolah bahkan menyambut mereka dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. (rp.sul/*)
Tags : Pendidikan, Fotografi, Indonesia, Anak-anak,