News Kota   2026/09/11 10:31 WIB

Kabut Asap Mulai Tunjukkan Dampak Serius yang Buat Warga Menderita Sesak Napas, Iritasi Kulit dan Mata Merah

Kabut Asap Mulai Tunjukkan Dampak Serius yang Buat Warga Menderita Sesak Napas, Iritasi Kulit dan Mata Merah

PEKANBARUKabut asap akibat kebakaran lahan mulai menunjukkan dampak serius terhadap kesehatan warga Kota Pekanbaru.

"2.670 orang terpapar ISPA karena kabut asap."

"Ada juga orang mengalami pneumonia dan asma akibat terpapar kabut asap," kata Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Kamis (10/9).

Hingga 10 September 2026, Diskes Kota Pekanbaru mencatat 2.670 orang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar kabut asap.

Dari jumlah tersebut, 2.414 warga didiagnosis mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Angka ini menjadi bagian terbesar dari total kasus yang terdata sejak paparan kabut asap mulai dirasakan pada 28 Agustus 2026.

Selain ISPA, dampak kesehatan lainnya juga ditemukan.

Sebanyak 91 orang mengalami iritasi kulit, sedangkan 86 pasien mengalami konjungtivitis atau mata merah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi mengatakan, sejumlah pasien bahkan mengalami gangguan pernapasan yang lebih berat.

Yang menjadi perhatian, penambahan kasus tidak berlangsung secara sporadis.

Tim Penjabat Program ISPA Diskes Kota Pekanbaru bersama 21 puskesmas melakukan pemantauan secara rutin, termasuk pencatatan harian terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Dari pemantauan tersebut, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait paparan kabut asap dapat mencapai 200 hingga lebih dari 300 orang dalam sehari.

Dengan pola tersebut, beban layanan kesehatan berpotensi terus meningkat apabila kebakaran lahan dan paparan asap tidak segera dikendalikan.

Kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia (lansia) juga tercatat berada di antara warga yang terdampak.

Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki kerentanan kesehatan.

Diskes Kota Pekanbaru tidak hanya melakukan pendataan. Pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan di seluruh 21 puskesmas sekaligus membagikan masker kepada masyarakat.

Langkah tersebut disertai edukasi mengenai risiko kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama untuk mencegah masyarakat terlalu lama berada di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Dedy memastikan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas tetap disiapkan untuk melayani warga yang mengalami keluhan akibat asap.

"Kita juga siapkan masker dan pelayanan bagi warga terdampak kebakaran lahan di 21 puskesmas yang ada," pungkasnya. (*)

Tags : kabut asap, pekanbaru, kabut asap buat dampak serius, warga menderita sesak napas, iritasi kulit, mata merahkabut asap timbulkan ispa, News Kota,