Linkungan   2026/05/04 20:54 WIB

Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat Siap Adopsi Green Policing Riau ke Tingkat Nasional

Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat Siap Adopsi Green Policing Riau ke Tingkat Nasional
Menteri Lingkungan Hidup,Mohammad Jumhur Hidayat

PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Mapolda Riau, Pekanbaru.

Ia disambut Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam agenda strategis penguatan kebijakan lingkungan. Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak pelantikan Jumhur sebagai menteri.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mendorong program Green Policing Polda Riau diterapkan secara nasional.

Dalam agenda tersebut, Menteri Lingkungan Hidup didampingi sejumlah tokoh pemikir nasional lintas sektor.

Kehadiran mereka memperkuat pendekatan kolaboratif dalam menjawab tantangan lingkungan hidup nasional.

Riau dipandang sebagai wilayah strategis dalam pengelolaan isu ekologis berkelanjutan.

Kapolda Riau memaparkan kompleksitas persoalan lingkungan yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan isu lingkungan berkaitan erat dengan keamanan, ekonomi, serta keadilan sosial.

Pendekatan terpadu menjadi dasar lahirnya program Green Policing di wilayah hukum Riau.

Program Green Policing tidak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan.

Pendekatan ini juga menekankan perubahan pola pikir, perilaku, serta budaya organisasi kepolisian.

Strategi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat secara berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan jajaran Polda Riau.

Ia mengaku paparan program tersebut melampaui ekspektasi terhadap pendekatan penanganan lingkungan. “Saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini,” ujarnya.

Ia menilai konsep Green Policing memiliki potensi besar untuk diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Program tersebut dinilai mampu memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjaga lingkungan hidup.

“Kalau ini terjadi di mana-mana, peran kementerian bisa jauh lebih ringan,” katanya.

Komitmen pemerintah pusat ditegaskan melalui rencana implementasi konsep tersebut di berbagai daerah.

Menteri Lingkungan Hidup menyebut koordinasi lintas sektor akan diperkuat dalam waktu dekat.

“Saya akan memastikan program ini benar-benar berjalan di seluruh daerah,” ujarnya.

Selain itu, kunjungan ini dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat di wilayah Riau.

Pemerintah pusat ingin memastikan adanya peningkatan kualitas lingkungan secara nyata dan terukur. Fokus utama diarahkan pada perbaikan indeks lingkungan hidup nasional.

Dalam pembahasan lain, Menteri Lingkungan Hidup menyoroti persoalan pertambangan rakyat yang belum memiliki kepastian hukum.

Ia menekankan pentingnya percepatan izin usaha agar masyarakat mendapatkan perlindungan.

“Izin pertambangan rakyat harus segera keluar agar ada kepastian hukum,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemaparan teknis serta penampilan seni bertema lingkungan hidup. Video pengungkapan kasus lingkungan turut ditampilkan sebagai bagian transparansi penegakan hukum.

Program Waste to Energy juga menjadi salah satu fokus dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.

Momentum kunjungan dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh bersama perwakilan serikat pekerja setempat.

Kegiatan tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan lintas sektor. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kunjungan kerja ditutup dengan sesi ramah tamah serta foto bersama seluruh peserta kegiatan.

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan nasional. Pendekatan terpadu menjadi kunci menghadapi tantangan ekologis yang semakin kompleks

Tags : Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Green Policing, Riau, Green Policing Polda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur, program lingkungan nasional Indonesia,