MAKKAH - Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel, Kamis (23/4/2026), melakukan inspeksi selama dua hari ke berbagai fasilitas layanan kesehatan di Makkah.
Hal ini untuk memastikan kesiapan menghadapi musim haji mendatang.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Kerajaan dalam menyediakan layanan kesehatan berkelas dunia bagi para jamaah.
Di mana hal ini sejalan dengan tujuan Program Transformasi Sektor Kesehatan dan Visi Saudi 2030.
Menteri tersebut menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur kesehatan di Makkah merupakan prioritas utama.
Dengan rencana operasional yang berfokus pada perluasan kapasitas serta integrasi layanan pencegahan, kuratif, dan darurat.
Ia mencatat bahwa strategi tersebut mencakup peningkatan kesiapan tenaga medis dan teknis.
Sekaligus, memastikan koordinasi yang mulus di seluruh sektor kesehatan untuk menangani semua kasus dengan tingkat profesionalisme tertinggi dan menjamin keselamatan jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Selama kunjungan, menteri meninjau status operasional unit gawat darurat dan perawatan intensif, protokol penanganan kasus kritis, serta mekanisme respons cepat.
Ia juga memeriksa sistem komando dan kendali terpadu serta tingkat koordinasi dengan layanan ambulans, guna memastikan respons yang cepat dan efisien selama musim haji.
Inspeksi ini merupakan bagian dari pemantauan lapangan berkelanjutan oleh kementerian.
Tujuannya, untuk menjamin standar tertinggi keselamatan kesehatan dan integrasi layanan di seluruh lokasi suci.
Sebelumnya, Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan Almarai.
Yakni, untuk mendukung inisiatif relawan otoritas tersebut selama musim Haji 1447 H.
Kerja sama ini memperkuat peran kemanusiaan dalam menyediakan layanan medis darurat dan layanan relawan bagi para jamaah.
Perjanjian ini bertujuan mendukung para relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan SRCA di wilayah Makkah. Yaitu, dengan menyediakan produk makanan berkualitas tinggi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus memberdayakan tim relawan dan meningkatkan kesiapan mereka selama musim haji.
Kesepakatan tersebut mencakup penyediaan 60 ribu produk makanan.
Tujuannya, mendukung keberlanjutan kerja relawan dan memperkuat upaya lapangan otoritas dalam melayani para jamaah.
Perjanjian ini merupakan bagian dari sinergi antara sektor publik dan swasta.
Hal ini meningkatkan dampak sosial serta sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030 dalam mendukung kerja relawan dan mempromosikan nilai-nilai tanggung jawab sosial. (*)
Tags : haji, haji 2026, ibadah haji, makkah, madinah, jamaah haji, manasik haji, madinah, kesehatan haji,