News   2024/03/15 13:31 WIB

Kesiapan Angkutan Mudik Mulai di Cek Jelang Lebaran dalam Pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024

Kesiapan Angkutan Mudik Mulai di Cek Jelang Lebaran dalam Pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri), SF Hariyanto mengajak jajaran Polda Riau untuk berkoordinasi dan memeriksa kesiapan menjelang Lebaran 2024.

Pj Gubri menekankan pentingnya memeriksa keamanan dan ketersediaan angkutan mudik lebaran. Ini penting agar tidak ada angkutan tidak layak yang beroperasi selama masa mudik.

Selain itu, Pj Gubri juga meminta Polda Riau untuk melakukan pengawasan terhadap daerah wisata di Provinsi Riau guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama liburan Lebaran.

Dia juga menyoroti pengawasan terhadap kapasitas angkutan untuk mencegah overloading.

Pj Gubri juga mengingatkan Polda Riau untuk mengawasi lonjakan harga tiket transportasi selama masa mudik lebaran.

Kenaikan harga tiket dapat berdampak pada inflasi di daerah tersebut. Sehingga perlu diawasi dengan ketat agar tetap dalam batas yang wajar.

Pj Gubri juga memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi Riau dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1445 H dengan menyediakan cukup stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, daging, BBM, dan LPG.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Riau dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman tanpa adanya kendala dalam transportasi maupun ketersediaan bahan pokok. 

Semenetara melalui Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024, Polda Riau telah menekanka 11 pelanggaran yang bakal ditindak bagi sipelanggar.

Polda Riau bersama jajarannya juga memberikan peringatan keras kepada pelanggar lalu lintas yang tidak patuh terhadap aturan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024.

"Dalam operasi ini, kami akan bertindak tegas terhadap pelanggaran lalu lintas demi meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan raya," ungkap Dirlantas Polda Riau, Taufiq Lukman Nurhidayat diwakili PLH Kasat PJR, Kompol Ari Prayitno, Kamis (14/3/2024).

Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024 bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas.

"Operasi ini tidak untuk kepentingan Polri, tetapi semata-mata demi keselamatan masyarakat," tambahnya.

Satgas Gakkum Operasi Keselamatan akan menindak tegas pelanggaran aturan lalu lintas. Operasi berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 4-17 Maret 2024.

Berikut adalah 11 pelanggaran yang menjadi target operasi:

  1. Berkendara menggunakan handphone.
  2. Pengemudi di bawah umur.
  3. Sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang.
  4. Tidak menggunakan helm SNI (untuk pengendara sepeda motor) dan safety belt (untuk pengemudi mobil).
  5. Berkendara dalam pengaruh alkohol.
  6. Berkendara melawan arus.
  7. Berkendara melebihi batas kecepatan.
  8. Kendaraan over dimension dan overloading.
  9. Sepeda motor menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.
  10. Kendaraan menggunakan lampu isyarat (strobo) dan isyarat bunyi (sirene).
  11. Kendaraan menggunakan pelat nomor khusus/rahasia.

Menurut data, pelanggaran yang paling dominan adalah tidak menggunakan helm SNI, dengan angka minimal 70 persen setiap harinya, diikuti oleh kendaraan yang tidak menggunakan knalpot sesuai spesifikasi dan melawan arus.

Sedangkan, pengguna kendaraan roda empat cenderung tidak menggunakan safety belt.

"Keselamatan berlalu lintas adalah isu kompleks yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengimbau kepada semua pihak untuk disiplin dan patuh terhadap aturan serta prioritaskan keselamatan saat beraktivitas di jalan raya," pungkasnya. (*)

Tags : polisi cek kesiapan angkutan mudik, lebaran, operasi keselamatan lancang kuning 2024, News,